2 Mitos Mengenai Masalah Tentang Keperawanan

mitos perawan

Adanya tes keperawanan seringkali dianggap sebagai pro dan kontra bagi masyarakat sehingga banyak sekali wanita yang cemas untuk melakukan tes. Setidaknya, muncul dua mitos yang berhubungan dengan masalah tentang keperawanan meskipun hal tersebut tidak selamanya berkaitan dengan apakah seorang wanita masih perawan atau tidak.

Mitos tersebut berkembang seiring dengan banyaknya masalah tentang keperawanan yang muncul dalam masyarakat sebagai berikut:

  • Mitos selaput dara
    Seperti yang sudah diketahui bahwa selaput dara merupakan sel membran yang sangat halus serta sensitif di dalam organ intim wanita. Sampai saat ini, bidang kesehatan juga masih memperdebatkan apakah sebenarnya fungsi dari selaput dara karena masih dianggap misteri namun sering dijadikan sebagai penentu dari keperawanan wanita. Beberapa peneliti mengatakan jika adanya gesekan, gangguan, ataupun benturan bisa menyebabkan selaput dara menjadi robek sehingga banyak wanita yang diminta untuk selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitasnya sehingga tidak akan berpengaruh dengan selaput dara. Selaput dara sendiri berbentuk seperti kelopak bunga dengan adanya lipatan dan juga celah. Setiap selaput antara satu wanita dengan yang lainnya memiliki perbedaan tingkat fleksibilitas serta elastisitasnya. Oleh karena itu, tidaklah cukup bukti serta penelitian yang memutuskan untuk membuat selaput dara sebagai penentu keperawanan seseorang karena tidak selamanya keperawanan hilang akibat dari perbuatan seksual.
  • Mitos kekencangan vagina
    Mitos kedua yang sering dikaitkan dengan keperawanan wanita adalah kekencangan miss V. Terdapat sebuah mitos yang berkembang jika seseorang yang masih perawan memilki vagina yang ketat, kencang dan juga tidak kendur karena memiliki selaput dara yang masih utuh apalagi para pria dianggap mampu mengetahui hal ini selama melakukan hubungan intim. Namun, ternyata mitos itu adalah salah karena kekencangan vagina tidak dipengaruhi oleh selaput dara namun dipengaruhi oleh otot dasar panggul. Apabila otot semakin ketat, maka saluran dari vagina akan semakin sempit dan juga kecil. Pada saat melakukan hubungan intim, maka otot panggul akan tertekan sehingga pasangan biasanya akan bisa merasakan kesulitan dalam melakukan penetrasi.

Semoga kedua mitos masalah tentang keperawanan bisa menambah pengetahuan Anda serta bisa mengubah pandangan jika tingkat kesucian dari wanita tidak didasarkan dari selaput dara serta kekencangannya.

Be the first to comment on "2 Mitos Mengenai Masalah Tentang Keperawanan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


CALL SMS Whatsapp BBM